Rahasia Cara Membuat Bakpia Sendiri dan Cara Menyimpan Bakpia Awet

Rabu, 03 Juni 2026 | 09:57:00 WIB
Ilustrasi Bakpia (Sumber:net)

JAKARTA - Bakpia adalah salah satu camilan legendaris khas Yogyakarta yang digemari banyak orang. Tekstur kulitnya yang berlapis dan garing, dipadukan dengan isian yang manis dan lembut, menjadikannya teman setia saat minum teh atau kopi. Banyak orang berpikir bahwa membuat bakpia adalah proses yang rumit, padahal dengan teknik yang benar, Anda bisa membuat bakpia yang setara dengan kualitas toko oleh-oleh ternama di dapur sendiri.

Artikel ini akan memandu Anda secara mendalam mengenai cara membuat bakpia sendiri mulai dari persiapan bahan hingga teknik memanggang. Tidak hanya itu, kami juga akan membahas tuntas cara menyimpan bakpia agar tetap lezat dan tahan lama. Mari kita mulai petualangan kuliner ini!

Mengapa Harus Mencoba Membuat Bakpia Sendiri?

Membuat bakpia sendiri di rumah memberikan kepuasan tersendiri. Anda memiliki kontrol penuh atas bahan yang digunakan, sehingga lebih terjamin kebersihannya dan bebas dari bahan pengawet. Selain itu, Anda bisa berkreasi dengan berbagai macam isian, mulai dari rasa kacang hijau klasik, cokelat, keju, hingga rasa kekinian seperti taro atau green tea.

Proses pembuatan bakpia membutuhkan ketelitian, terutama saat melipat adonan untuk mendapatkan tekstur kulit yang berlapis-lapis. Namun, jangan khawatir, setelah mencoba beberapa kali, Anda akan terbiasa dengan tekniknya.

Persiapan Bahan Utama

Untuk menghasilkan bakpia yang otentik, Anda harus memperhatikan kualitas bahan. Berikut adalah bahan-bahan yang perlu disiapkan:

Bahan Kulit (Adonan A - Adonan Dasar):

Tepung terigu protein tinggi.

Gula pasir.

Garam.

Air hangat.

Minyak sayur (kualitas baik).

Bahan Kulit (Adonan B - Adonan Lemak):

Tepung terigu protein tinggi.

Minyak sayur.

Bahan Isian Kacang Hijau:

Kacang hijau kupas (rendam terlebih dahulu).

Gula pasir.

Santan kental.

Garam dan sedikit vanili.

Langkah-langkah Cara Membuat Bakpia Sendiri

Proses pembuatan bakpia terbagi menjadi tiga bagian utama: persiapan isian, pembuatan adonan kulit, dan teknik melipat.

1. Persiapan Isian (Filling)

Kukus kacang hijau yang sudah direndam hingga empuk.

Haluskan kacang hijau selagi panas.

Masak kacang hijau halus dengan santan, gula pasir, dan garam hingga kalis dan bisa dibentuk.

Dinginkan dan bulatkan menjadi bola-bola kecil sesuai ukuran bakpia yang diinginkan.

2. Pembuatan Adonan Kulit

Adonan A: Campur tepung, gula, garam, air, dan minyak. Uleni hingga kalis. Diamkan selama 15 menit.

Adonan B: Campur tepung dan minyak hingga rata dan menyatu.

Bagi kedua adonan menjadi beberapa bagian kecil yang sama besar.

3. Teknik Melipat (Kunci Keberhasilan)

Pipihkan Adonan A, letakkan Adonan B di atasnya, lalu bungkus.

Gilas adonan hingga tipis, gulung seperti amplop atau gulung memanjang.

Ulangi proses penggilasan dua atau tiga kali agar tekstur berlapis terbentuk sempurna.

4. Pengisian dan Pemanggangan

Masukkan isian ke dalam adonan kulit yang sudah dipipihkan.

Tutup rapat dan bulatkan.

Panggang dalam oven dengan suhu sekitar 170-180 derajat Celcius hingga matang dan berwarna cokelat keemasan. Jangan lupa untuk membalik bakpia agar matang merata.

Tips Agar Bakpia Berhasil Sempurna

Agar hasil panggangan Anda maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:

Kualitas Minyak: Gunakan minyak sayur yang bersih karena sangat berpengaruh pada aroma dan kerenyahan kulit bakpia.

Ketelitian Menggilas: Teknik menggilas adonan berkali-kali adalah rahasia utama mengapa kulit bakpia bisa berlapis dan garing.

Suhu Oven: Pastikan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu sebelum bakpia dimasukkan agar suhu stabil.

Kekentalan Isian: Pastikan isian sudah benar-benar kalis agar tidak bocor saat dipanggang.

Cara Menyimpan Bakpia Agar Awet

Salah satu pertanyaan paling sering muncul setelah sukses membuat bakpia adalah bagaimana cara menjaga kualitasnya. Mengingat bakpia buatan sendiri tidak menggunakan bahan pengawet, daya simpannya tentu berbeda dengan bakpia pabrikan.

Berikut adalah beberapa poin mengenai cara menyimpan bakpia yang tepat:

Dinginkan Sepenuhnya: Pastikan bakpia benar-benar dingin sebelum disimpan. Jika disimpan saat masih hangat, uap air akan terjebak di dalam wadah dan membuat kulit bakpia menjadi lembek (melempem).

Gunakan Wadah Kedap Udara: Simpan bakpia dalam toples plastik atau kaca yang kedap udara. Ini mencegah udara luar masuk dan menjaga tekstur kulit tetap renyah.

Simpan di Tempat Sejuk: Letakkan wadah di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Hindari suhu panas yang bisa mempercepat oksidasi minyak pada kulit bakpia.

Simpan di Kulkas untuk Stok Lama: Jika Anda ingin menyimpan bakpia lebih dari 5-7 hari, masukkan ke dalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas. Saat ingin dimakan, cukup panggang sebentar atau panaskan di teflon agar kembali renyah.

Hindari Paparan Bau Menyengat: Bakpia mudah menyerap bau di sekitarnya. Pastikan wadah penyimpanan benar-benar tertutup rapat agar aroma asli bakpia tidak berubah.

Mengatasi Masalah Saat Membuat Bakpia

Tidak jarang kita menemui kendala saat mencoba resep baru. Berikut adalah beberapa solusi untuk masalah umum:

Kulit Bakpia Keras: Kemungkinan terlalu banyak tepung atau kurang lemak (minyak). Pastikan takaran resep tepat.

Isian Bocor: Adonan kulit terlalu tipis saat membungkus isian, atau isian terlalu lembek (kurang kalis).

Kulit Tidak Berlapis: Teknik melipat kurang maksimal. Proses penggilasan dan pelipatan (folding) harus dilakukan secara sabar agar lapisan terbentuk.

Bakpia Cepat Melempem: Proses penyimpanan tidak kedap udara, atau Anda memasukkan bakpia ke dalam wadah saat masih hangat.

Variasi Rasa Isian yang Bisa Dicoba

Setelah Anda menguasai teknik dasar cara membuat bakpia sendiri, Anda bisa mulai mengeksplorasi isian lainnya:

Bakpia Cokelat: Gunakan selai cokelat yang agak padat atau campuran bubuk cokelat dan tepung maizena agar tidak meleleh berlebihan saat dipanggang.

Bakpia Keju: Gunakan keju cheddar parut yang dicampur dengan sedikit susu atau krim keju agar teksturnya menyatu.

Bakpia Ubi Ungu: Gunakan ubi ungu kukus yang dihaluskan dan dimasak dengan sedikit gula. Warna ungu alaminya sangat menarik.

Bakpia Durian: Bagi pecinta durian, gunakan daging buah durian yang dimasak dengan api kecil hingga teksturnya mengental menjadi selai.

Menikmati Bakpia Buatan Sendiri

Bakpia yang baru matang dari oven memiliki keistimewaan tersendiri. Kulitnya yang masih hangat, garing, dan aromanya yang menggugah selera akan membuat siapa pun tergoda. Namun, jika Anda berniat membagikan hasil karya Anda sebagai oleh-oleh atau bingkisan, pastikan untuk mengikuti panduan cara menyimpan bakpia di atas agar kualitasnya tetap terjaga saat sampai ke tangan orang tersayang.

Membuat bakpia adalah sebuah seni. Jangan merasa kecewa jika percobaan pertama belum sempurna. Kuncinya adalah terus berlatih dan memperhatikan setiap detail langkah demi langkah. Dengan ketelatenan, Anda akan segera mahir membuat camilan kebanggaan khas Yogyakarta ini.

Kesimpulan

Belajar cara membuat bakpia sendiri adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Anda tidak hanya menghemat biaya untuk membeli camilan, tetapi juga bisa memberikan makanan yang lebih sehat untuk keluarga. Ingatlah selalu bahwa kualitas bahan, teknik melipat, dan proses memanggang yang tepat adalah kunci utama.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan cara menyimpan bakpia agar setiap gigitan bakpia Anda tetap terasa nikmat meskipun sudah disimpan selama beberapa hari. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda siap menyajikan bakpia lezat ala toko oleh-oleh ternama di rumah sendiri. Selamat mencoba dan semoga sukses dengan bakpia buatan Anda!

Tags

Terkini