JAKARTA - PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperkenalkan terobosan baru dalam pembiayaan hunian melalui skema bundling antara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan instrumen emas. Inovasi ini dirancang guna memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga untuk jangka panjang.
Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan bahwa konsep pembiayaan KPR saat ini telah berkembang. Tidak hanya sekadar memiliki properti, namun juga mencakup aspek perlindungan finansial yang jauh lebih komprehensif bagi para nasabah.
“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kami bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” tutur Penta.
Melalui integrasi layanan ini, masyarakat bisa mendapatkan hunian sebagai aset tetap sekaligus emas yang merupakan investasi likuid. Keberadaan emas tersebut dinilai sangat strategis karena dapat segera dicairkan untuk kebutuhan mendesak atau menjaga daya beli masyarakat di masa depan.
Penta menambahkan bahwa pola pendekatan ini telah sesuai dengan nilai Maqasid Syariah. Fokus utamanya tidak hanya pada kepemilikan aset semata, melainkan juga pada perlindungan keberlangsungan hidup serta kesejahteraan keluarga nasabah.
“KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan,” jelasnya. Di sisi lain, minat masyarakat terhadap investasi emas terus melonjak karena dianggap sebagai instrumen yang aman di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Langkah strategis menggabungkan KPR dan emas ini dipandang sangat sesuai dengan profil nasabah Bank BSN yang mayoritas berasal dari kalangan muda. Berdasarkan data internal, sebanyak 85 persen nasabah perseroan berada pada kategori usia 25 hingga 40 tahun.
“Jadi kami tidak membuat program ini untuk menyasar segmen yang baru, tidak. Segmen yang ada sekarang ini 85 persen adalah milenial. Ini adalah umur di mana mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka,” kata Penta.
Ia menilai kelompok milenial sudah mulai sadar dalam merencanakan kepemilikan rumah sembari melirik instrumen investasi yang fleksibel. Program ini bersifat inklusif, sehingga dapat diakses oleh nasabah baru maupun nasabah lama yang sudah memiliki KPR di BSN melalui fitur cicil emas di aplikasi Bale Syariah.