Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi Indonesia 2026 jadi 4,7 persen

Rabu, 15 April 2026 | 23:45:37 WIB
filustrasi Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi

JAKARTA - Bank Dunia kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,7%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%. Laporan terbaru East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 menyebutkan tekanan eksternal menjadi faktor utama perlambatan.

Harga Minyak Dunia Jadi Pemicu

Lonjakan harga minyak global disebut sebagai salah satu penyebab utama revisi proyeksi. Kenaikan harga energi dinilai menekan daya beli masyarakat dan memperberat beban fiskal pemerintah. Kondisi ini juga membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ekspor Komoditas Masih Jadi Penopang

Meski menghadapi tekanan, Indonesia masih memiliki bantalan ekonomi melalui ekspor komoditas. Pendapatan dari sektor ini diyakini mampu menutupi sebagian dampak kenaikan harga minyak. Malaysia disebut menghadapi situasi serupa, dengan ekspor komoditas menjadi penopang pertumbuhan di tengah gejolak pasar global.

Optimisme Ekonom Dalam Negeri

Sejumlah ekonom menilai proyeksi Bank Dunia terlalu pesimistis. Ekonom Wijayanto Samirin memperkirakan pertumbuhan kuartal pertama 2026 bisa mencapai 5,5% berkat konsumsi musiman. Namun, ia tetap menilai target 5% sulit dicapai karena risiko inflasi dan dampak fenomena El Nino. Sementara itu, Prof. Imamudin Yuliadi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menilai pertumbuhan hingga 8% masih mungkin jika sektor pertanian dan industri diperkuat serta stabilitas makroekonomi dijaga.

Target Pemerintah Lebih Tinggi

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4% dalam APBN. Namun, kenaikan harga minyak dunia membuat pencapaian target tersebut semakin berat. Ekonom CSIS, Deni Friawan, menilai konsumsi rumah tangga dan investasi bisa terganggu akibat lonjakan harga energi. Hal ini berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mempersempit ruang fiskal.

Respon Pemerintah Terhadap Proyeksi Bank Dunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai proyeksi Bank Dunia terlalu rendah dan tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi Indonesia. Pemerintah optimistis strategi fiskal dan dorongan investasi akan menjaga momentum pertumbuhan. Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah akan difokuskan pada penguatan sektor produktif dan stabilitas makroekonomi.

Kesimpulan

Proyeksi Bank Dunia yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,7% pada 2026 menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, tekanan eksternal seperti harga minyak dan sentimen investor jelas menjadi tantangan. Namun di sisi lain, optimisme pemerintah dan sejumlah ekonom menunjukkan peluang pertumbuhan lebih tinggi tetap terbuka, terutama jika ekspor komoditas dan kebijakan fiskal mampu dimanfaatkan secara maksimal.

Terkini