Jasa Marga Tambah SPKLU dan Rest Area Sambut Mudik Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:18:24 WIB
Jasa Marga Tambah SPKLU dan Rest Area Sambut Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Perjalanan mudik dengan kendaraan listrik kini semakin didukung oleh ketersediaan infrastruktur pengisian daya di sepanjang jalan tol utama Pulau Jawa. 

Pengelola jalan tol memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan jarak jauh tanpa harus khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.

Kesiapan fasilitas pengisian kendaraan listrik menjadi perhatian penting seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia. 

Untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik, pengelola jalan tol memperkuat infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di berbagai titik strategis sepanjang Tol Trans Jawa.

Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil berbasis listrik. Selain itu, ketersediaan SPKLU juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Tol Trans Jawa

Pengguna kendaraan listrik yang akan melintas di Tol Trans Jawa saat musim mudik kini tak perlu khawatir soal pengisian daya. Pengelola jalan tol memastikan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah tersebar di puluhan titik rest area sepanjang jalur utama tersebut.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paalo, mengatakan saat ini fasilitas pengisian daya kendaraan listrik tersedia di sejumlah lokasi rest area dengan total hingga ratusan unit SPKLU.

“Untuk SPKLU ada di 40 lokasi sebanyak 155 unit SPKLU,” ujar Ria.

Keberadaan SPKLU tersebut diharapkan mampu mendukung perjalanan kendaraan listrik jarak jauh, khususnya pada periode mudik Lebaran ketika volume kendaraan di jalan tol meningkat signifikan.

Mayoritas SPKLU Berada di Rest Area Tipe A

Menurut Ria, sebagian besar SPKLU tersebut berada di rest area tipe A, yang memiliki kapasitas parkir lebih luas sehingga mampu menampung kendaraan listrik yang sedang mengisi daya.

“Itu tipe A semua karena memang rata-rata yang menerima parkir cukup banyak, cukup besar memang di tipe A untuk SPKLU,” kata dia.

Rest area tipe A memang dikenal memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan tipe lainnya. Selain area parkir yang luas, rest area jenis ini biasanya dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti restoran, minimarket, area ibadah, serta area istirahat yang memadai.

Kondisi tersebut membuat rest area tipe A menjadi lokasi yang ideal untuk pemasangan fasilitas pengisian kendaraan listrik, terutama bagi pengguna yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Penambahan Rest Area Fungsional

Selain memperkuat infrastruktur pengisian daya, pengelola tol juga menambah fasilitas tempat istirahat bagi pemudik. Tahun ini terdapat dua rest area fungsional tambahan, sehingga total rest area di sepanjang Tol Trans Jawa mencapai 42 lokasi.

“Kami ada dua tambahan rest area fungsional yang bisa dimanfaatkan, jadi total ada 42 rest area,” ujarnya.

Penambahan rest area ini diharapkan dapat memberikan ruang istirahat tambahan bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh selama musim mudik Lebaran.

Rest area memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan berkendara, terutama bagi pengemudi yang membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Lokasi Rest Area Tambahan di Ruas Semarang–Solo

Dua rest area tambahan tersebut berada di ruas Semarang–Solo. Lokasi ini dipilih karena diperkirakan menjadi titik kelelahan bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh.

“Rest area fungsional itu di titik-titik yang kami perkirakan menjadi titik lelah pengguna jalan, yaitu di KM 444 dan KM 439 di ruas Semarang–Solo,” kata Ria.

Penentuan lokasi rest area biasanya mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jarak tempuh kendaraan, kondisi lalu lintas, serta kebutuhan pengendara untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.

Dengan adanya rest area tambahan di lokasi tersebut, pengguna jalan diharapkan dapat beristirahat dengan lebih nyaman sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

Fasilitas Rest Area Fungsional

Meski berstatus fungsional, fasilitas di dalamnya disebut sudah cukup lengkap untuk melayani pemudik.

“Jadi dua rest area ini memang disebut fungsional, namun fasilitasnya sudah lengkap di dalam. Sudah cukup banyak untuk masjid, parkir, dan lainnya,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas yang cukup lengkap di rest area fungsional ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar para pemudik, seperti tempat ibadah, area parkir, serta ruang istirahat.

Selain itu, rest area juga menjadi tempat yang penting bagi pengendara untuk memulihkan kondisi fisik sebelum kembali melanjutkan perjalanan di jalan tol.

Persebaran SPKLU di Tol Trans Jawa

Secara keseluruhan, fasilitas SPKLU di Tol Trans Jawa tersebar di berbagai ruas tol utama, mulai dari kawasan Jabodetabek hingga Jawa Timur.

Beberapa di antaranya berada di ruas Tol Jakarta–Cikampek, Tol Cipularang, Tol Batang–Semarang, Tol Semarang–Solo, hingga ruas tol di Jawa Timur seperti Tol Surabaya–Mojokerto dan Tol Gempol–Pasuruan.

Penyebaran fasilitas pengisian kendaraan listrik ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik yang semakin berkembang di Indonesia.

Dengan adanya jaringan SPKLU yang cukup luas di sepanjang jalur tol, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih nyaman dan aman.

Kapasitas Pengisian SPKLU

Kapasitas SPKLU yang tersedia juga bervariasi, dari AC charger 7,4 kW hingga 22 kW, kemudian DC fast charging 50 kW sampai 200 kW.

Perbedaan kapasitas tersebut memungkinkan pengguna kendaraan listrik memilih jenis pengisian daya yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengisian menggunakan DC fast charging misalnya, memungkinkan kendaraan listrik mendapatkan daya lebih cepat dibandingkan metode pengisian biasa.

Dengan berbagai pilihan kapasitas pengisian tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat menyesuaikan waktu pengisian dengan rencana perjalanan mereka selama melintas di Tol Trans Jawa.

Ketersediaan fasilitas SPKLU yang semakin luas di jalur tol utama diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh, termasuk saat melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Terkini