JAKARTA - Penyelesaian infrastruktur kunci dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam memasuki fase krusial. Di tengah tantangan alam pesisir Papua Selatan, pembangunan Dermaga Jetty Multipurpose di Kampung Wanam menunjukkan progres signifikan. Infrastruktur logistik ini kini berada di ambang operasional dan diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi bagi pengembangan kawasan pangan nasional di Merauke.
Dengan capaian fisik mencapai 93 persen, dermaga berkapasitas besar ini disiapkan untuk segera difungsikan pada pekan keempat Maret 2026. Kehadirannya bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan.
Progres Konstruksi Mendekati Tahap Akhir
Pembangunan Dermaga Jetty Multipurpose yang berlokasi di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, telah memasuki tahap penyelesaian. Secara teknis, sebagian besar pekerjaan utama telah rampung, menyisakan beberapa penyempurnaan akhir sebelum uji operasional dilakukan.
Dermaga ini dirancang dengan kapasitas hingga 50.000 deadweight tonnage (DWT), sehingga mampu melayani kapal bermuatan besar. Kapasitas tersebut memungkinkan mobilisasi alat berat dan logistik pertanian dalam jumlah masif, yang dibutuhkan untuk mendukung proyek cetak sawah seluas satu juta hektare di kawasan Wanam dan sekitarnya.
Anggota Tim Project Wanam, Gawang Kurniawan, menyampaikan bahwa secara umum pekerjaan berjalan sesuai rencana. “Alhamdulillah untuk saat ini progres dermaga kita sudah di angka 93 persen. Pekerjaan tidak ada kendala berarti, hanya memang cuaca di sini sangat tidak menentu,” ujar Gawang.
Peran Strategis bagi Kawasan Pangan Nasional
Dermaga logistik ini diposisikan sebagai pintu masuk utama seluruh kebutuhan proyek pengembangan kawasan pangan PSN Wanam. Mulai dari alat berat, sarana produksi pertanian, hingga material pendukung lainnya akan disalurkan melalui jalur laut menuju dermaga tersebut.
Keberadaan dermaga dinilai sangat krusial mengingat lokasi Wanam yang relatif terpencil dan memiliki keterbatasan akses darat. Dengan dukungan fasilitas pelabuhan yang memadai, distribusi logistik diharapkan berjalan lebih efisien, cepat, dan terukur.
Pemerintah menargetkan kawasan Wanam menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dasar seperti dermaga logistik menjadi faktor penentu keberhasilan program strategis ini.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama
Meski progres pembangunan tergolong tinggi, faktor alam masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek. Kondisi cuaca pesisir yang ekstrem dan sulit diprediksi kerap memengaruhi jadwal pekerjaan di lapangan.
Gawang Kurniawan mengakui bahwa ketidakpastian cuaca menjadi satu-satunya hambatan yang paling dirasakan selama proses pembangunan. “Satu-satunya musuh kami di sini adalah cuaca,” katanya.
Situasi tersebut membuat penetapan waktu operasional fungsional dermaga harus dilakukan secara hati-hati. Meski demikian, pihak pelaksana tetap optimistis dermaga dapat mulai digunakan sesuai target, yakni pada pekan keempat Maret 2026, selama kondisi cuaca mendukung.
Struktur Kuat Dukung Beban Alat Berat
Untuk memastikan dermaga mampu menahan beban logistik berskala besar, konstruksi bangunan dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi. Salah satu elemen utama adalah penggunaan 3.484 ton pipa baja berkualitas tinggi yang ditanam sebagai tiang pancang.
Struktur tersebut dirancang untuk menopang beban ribuan ton, termasuk alat berat seperti ekskavator yang akan digunakan dalam pembukaan dan pengolahan lahan pertanian. Dengan konstruksi yang kokoh, dermaga diharapkan dapat beroperasi dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas logistik secara berkelanjutan.
Kesiapan struktur ini menjadi salah satu indikator penting bahwa dermaga tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan operasional yang dibutuhkan dalam proyek berskala nasional.
Optimisme Menuju Operasional Fungsional
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, optimisme terhadap kesiapan Dermaga Logistik PSN Wanam semakin menguat. Infrastruktur ini diharapkan segera menjadi penggerak utama distribusi logistik bagi pengembangan kawasan pangan di Merauke.
Ketika dermaga mulai beroperasi, arus masuk alat berat dan sarana produksi pertanian akan semakin lancar. Hal tersebut diyakini mampu mempercepat realisasi target cetak sawah dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Di tengah tantangan alam dan geografis Papua Selatan, penyelesaian dermaga ini menjadi simbol keseriusan negara dalam membangun infrastruktur strategis hingga ke wilayah terluar. Jika sesuai rencana, Maret 2026 akan menjadi tonggak penting bagi operasional logistik PSN Wanam dan masa depan kawasan pangan nasional.