JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia kembali merilis data terbaru mengenai perkembangan harga beberapa komoditas pangan penting di Indonesia per Jumat, 6 Februari 2026. Catatan PIHPS menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah melonjak hingga mencapai Rp76.400 per kilogram (kg). Sementara itu, telur ayam ras diperdagangkan dengan harga Rp33.850 per kg di tingkat pedagang eceran secara nasional per pukul 09.15 WIB hari ini.
Harga ini menunjukkan tren kenaikan apabila dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, di mana sebelumnya harga cabai rawit merah berada di angka lebih rendah pada rentang hari sebelumnya. Nilai tersebut kini menjadi salah satu yang tertinggi dalam periode minggu awal Februari 2026 ini.
Data PIHPS secara rinci menunjukkan, harga beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami fluktuasi dan berada di kisaran tertentu. Berikut ini ringkasan nilai sejumlah komoditas yang diumumkan pada hari ini:
Bawang merah: Rp50.350 per kg
Bawang putih: Rp44.350 per kg
Beras kualitas bawah I–II: berkisar sekitar Rp14.950–Rp15.100 per kg
Beras kualitas medium I–II: sekitar Rp15.950–Rp16.150 per kg
Beras kualitas super I–II: kisaran Rp17.400–Rp17.600 per kg
Cabai merah besar: Rp39.050 per kg
Cabai merah keriting: Rp50.250 per kg
Cabai rawit hijau: Rp48.950 per kg
Daging ayam ras: Rp41.100 per kg
Daging sapi kualitas I–II: Rp135.000–Rp141.750 per kg
Gula pasir premium: Rp22.450 per kg
Gula pasir lokal: Rp19.250 per kg
Minyak goreng curah: Rp19.900 per liter
Minyak goreng kemasan bermerek I–II: Di harga Rp21.650–Rp23.300 per liter
Apa Arti Lonjakan Ini Untuk Konsumen?
Kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit merah dan telur ayam ras tidak hanya jadi angka statistik, tetapi berdampak langsung terhadap belanja rumah tangga di seluruh daerah di Indonesia. Cabai rawit merah, sebagai salah satu bumbu pokok harian dalam banyak masakan tradisional Indonesia, memiliki porsi besar dalam anggaran belanja rumah tangga dibandingkan dengan bahan lain. Ketika harganya naik tajam, daya beli masyarakat yang sudah terbebani oleh biaya hidup bisa semakin tertekan.
Telur ayam ras, yang juga termasuk bahan pokok protein hewani yang luas penggunaannya, turut menunjukkan harga yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya — sehingga konsumen akan merasakan efeknya langsung saat berbelanja di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern.
Sebagai ilustrasi perbandingan, harga cabai rawit merah pada hari sebelumnya (5 Februari 2026) tercatat berada di angka Rp68.850 per kg. Artinya, dalam satu hari saja terjadi kenaikan signifikan yang cukup tajam.
Faktor Penyebab Perubahan Harga Pangan
Beberapa faktor yang biasanya menjadi penyebab utama fluktuasi harga komoditas pangan seperti cabai dan telur antara lain:
Musim panen atau pasokan yang terbatas, terutama cabai rawit merah yang termasuk tanaman musiman, sehingga ketika panen sedang rendah, pasokan menipis dan harga melonjak. Hal ini sangat sering terjadi pada commodities seperti cabai yang produksinya sangat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
Biaya transportasi dan distribusi turut mempengaruhi harga karena pasokan dari daerah penghasil ke daerah konsumen membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil, dan pergerakan logistik yang kurang lancar bisa berdampak pada harga jual.
Permintaan konsumen yang relatif stabil atau meningkat, sementara pasokan stagnan atau turun, membuat harga bergerak naik.
Sementara itu, harga bahan lainnya seperti bawang merah, bawang putih, serta beras berbagai kualitas menunjukkan level yang masih relatif lebih stabil, meskipun ada juga kecenderungan kenaikan di beberapa komoditas tertentu.
Perbandingan Historis dan Tren Harga Pangan
Melihat ke belakang dalam beberapa hari terakhir, data dari PIHPS menunjukkan tren fluktuasi pada harga pangan pokok yang dicatat setiap hari. Pada 4–5 Februari 2026, harga cabai rawit merah dan telur ayam ras tercatat cukup berbeda dibandingkan dengan data terbaru hari ini. Sebagai contoh:
5 Februari 2026: harga cabai rawit merah Rp68.850 per kg; telur ayam ras Rp31.350 per kg.
Hari ini: harga cabai rawit merah Rp76.400 per kg; telur ayam ras Rp33.850 per kg.
Tren ini menunjukkan bahwa harga komoditas rawit merah mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur, meskipun keduanya tetap naik dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa gejolak harga pada komoditas pangan pokok masih terus terjadi dan menjadi perhatian utama konsumen, pelaku pasar, dan pemerintah.
Peran PIHPS dan Informasi Harga Pangan Strategis
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia berfungsi sebagai referensi utama dalam melihat pergerakan harga berbagai komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Data yang dirilis oleh PIHPS secara rutin setiap hari menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, pelaku pasar, serta masyarakat umum untuk mengetahui bagaimana harga pangan bergerak dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam merespon perubahan tersebut.
Selain itu, data PIHPS juga membantu mengidentifikasi komoditas mana yang mengalami kenaikan signifikan serta membantu perencanaan lebih baik untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.