Hobi Merajut Ala Nenek Kembali Populer sebagai Cara Menjaga Kesehatan Mental

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:29:43 WIB
Hobi Merajut Ala Nenek Kembali Populer sebagai Cara Menjaga Kesehatan Mental

JAKARTA - Di tengah ritme hidup yang serba cepat dan penuh tuntutan, semakin banyak orang mencari cara sederhana untuk menenangkan pikiran. 

Menariknya, sejumlah aktivitas yang dulu identik dengan generasi tua kini kembali diminati. Hobi ala nenek-nenek seperti merajut, menyulam, menjahit, hingga memasak perlahan menjadi pilihan baru dalam merawat kesehatan mental.

Hobi pada dasarnya merupakan aktivitas yang dilakukan karena memberikan rasa senang. Menekuni hobi bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan juga bisa menjadi bentuk perawatan diri dan sarana efektif mengurangi stres. 

Aktivitas sederhana seperti menjahit, merajut, menyulam, berkebun, memasak, merenda, dan membaca ternyata memiliki dampak positif yang lebih dalam bagi kondisi emosional seseorang.

Menurut asisten profesor psikologi dari Brain Research Institute, University of California, Tiffany C. Ho, manfaat dari hobi-hobi tersebut dapat dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. Ia menegaskan bahwa aktivitas yang dilakukan dengan ketertarikan alami dapat memengaruhi suasana hati secara signifikan.

“Hobi adalah aktivitas yang membangkitkan kesenangan, jadi masuk akal bahwa individu yang secara inheren tertarik pada merajut, merenda, menyulam, dan lainnya. Anda akan mengalami peningkatan suasana hati ketika terlibat dalam aktivitas ini,” ucap Tiffany.

Belajar Hal Baru dan Efek Dopamin pada Otak

Menariknya, manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang sudah mahir. Bahkan bagi orang yang belum pernah mencoba merajut atau baru ingin bereksperimen dengan resep masakan, proses belajar itu sendiri sudah memberikan dampak positif.

Ilmu baru yang dipelajari dapat memicu lonjakan dopamin di otak. Dopamin dikenal sebagai hormon yang berperan dalam rasa senang dan motivasi. 

Ketika seseorang mencoba pola rajutan baru atau menyelesaikan satu tahap masakan, otak merespons pencapaian kecil tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan. Hal inilah yang membantu meningkatkan perasaan bahagia dan puas.

Manfaat Hobi Ala Nenek bagi Kesehatan Mental

Memberikan Ketenangan

Tiffany menjelaskan bahwa aktivitas seperti merajut dan menyulam dapat membantu seseorang merasa lebih santai, terutama setelah menjalani hari yang berat atau penuh tekanan. Menggerakkan tangan untuk menciptakan sesuatu secara perlahan memberikan efek menenangkan pada sistem saraf.

“Bekerja dan berkreasi dengan tangan mereka bisa membawa rasa tenang. Ini membantu mengalihkan energi yang terfokus pada diri sendiri dan pikiran yang sering kita lihat pada kecemasan, depresi, atau kelelahan,” jelas Tiffany.

Dengan perhatian yang teralihkan pada aktivitas fisik sederhana, pikiran yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran perlahan menjadi lebih ringan. Proses ini membantu mengurangi beban mental tanpa harus melakukan teknik relaksasi yang rumit.

Hobi Bisa Menjadi Bentuk Meditasi

Banyak hobi ala nenek memiliki sifat repetitif, seperti menyulam, merajut, atau mengaduk adonan. Gerakan berulang ini ternyata memiliki efek yang mirip dengan meditasi mindfulness.

Sifat repetitif membantu seseorang memperlambat napas, fokus pada momen saat ini, dan menciptakan ritme yang menenangkan. Tiffany menyebut bahwa kesadaran penuh yang muncul selama melakukan aktivitas tersebut meniru praktik meditasi dalam banyak aspek.

“Gerakan berulang dan kesadaran saat ini meniru meditasi mindfulness dalam banyak hal. Sehingga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental,” katanya.

Tanpa disadari, seseorang sedang melatih fokus, kesabaran, dan kehadiran penuh dalam setiap gerakan kecil yang dilakukan.

Cara Memilih Hobi Nyaman yang Bisa Memberi Kebahagiaan

Menambahkan hobi baru ke dalam rutinitas perawatan diri memang terdengar menarik. Namun, menentukan pilihan yang tepat juga penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tentukan Tujuan dari Hobi Tersebut

Setiap hobi menawarkan manfaat yang berbeda. Menurut Tiffany, ada hobi yang membantu seseorang terhubung dengan alam, mendorong interaksi sosial, menjadi wadah kreativitas, hingga memberikan kesempatan belajar keterampilan baru.

“Hobi yang membantu Anda terhubung dengan alam, mendorong interaksi sosial dengan orang lain, menyediakan wadah untuk kreativitas dan menawarkan pembelajaran keterampilan. Serta menghasilkan produk nyata, dan setiap pencapaian bisa meningkat seiring berjalannya usaha. Semuanya cara yang baik untuk memulai,” tuturnya.

Dengan memahami tujuan pribadi, seseorang bisa memilih hobi yang paling sesuai dengan kebutuhan emosionalnya.

2. Pertimbangkan Bakat dan Kenyamanan Diri

Memilih hobi yang tidak sesuai dengan kemampuan bisa menimbulkan frustrasi. Jika seseorang tidak terbiasa menjahit, mencoba pola bordir yang terlalu rumit justru dapat menurunkan semangat.

Sebaliknya, jika bakat atau minat lebih condong pada aktivitas santai seperti berkebun atau membaca, maka hobi tersebut bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, bagi yang tetap ingin belajar keterampilan baru seperti menjahit, menggunakan alat yang lebih ramah pemula, seperti mesin jahit sederhana, dapat membantu proses adaptasi.

3. Jangan Abaikan Perawatan Diri Lainnya

Meski hobi ala nenek-nenek terbukti membantu relaksasi, Tiffany mengingatkan agar aktivitas ini tidak menggantikan kebutuhan dasar kesehatan mental lainnya. Hobi sebaiknya menjadi pelengkap, bukan satu-satunya cara merawat diri.

Disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan tidur cukup, makan bergizi, dan aktif bergerak. “Itu berarti cukup tidur, makan dengan baik, dan melakukan gerakan harian, serta teratur olahraga,” ungkapnya.

Keseimbangan antara hobi, aktivitas fisik, dan kebutuhan dasar tubuh menjadi kunci kesehatan mental yang berkelanjutan.

Kesederhanaan yang Memberi Dampak Besar

Hobi ala nenek-nenek membuktikan bahwa ketenangan tidak selalu datang dari hal rumit. Aktivitas sederhana yang dilakukan dengan penuh perhatian dapat membantu menenangkan hati, meningkatkan suasana hati, dan menjaga kesehatan mental. 

Di tengah dunia yang semakin cepat, kembali ke kegiatan sederhana justru bisa menjadi pilihan yang menyehatkan jiwa.

Terkini