Sinergi Kemdiktisaintek dan BRIN Percepat Pengembangan Riset Indonesia

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:29:31 WIB
Sinergi Kemdiktisaintek dan BRIN Percepat Pengembangan Riset Indonesia

JAKARTA - Upaya memperkuat daya saing bangsa di tengah percepatan perkembangan global menuntut sinergi lintas lembaga, khususnya di sektor sains, teknologi, dan pendidikan tinggi. 

Indonesia tidak dapat mengandalkan kerja parsial dalam membangun sumber daya manusia unggul serta ekosistem riset yang kuat. 

Kesadaran inilah yang mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempertegas langkah kolaboratif untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.

Kolaborasi strategis ini diposisikan sebagai penggerak utama riset dan inovasi nasional agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi Kunci Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan BRIN merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul serta peningkatan daya saing nasional.

Melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis, Brian menyampaikan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi prasyarat agar riset dan inovasi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dan negara.

"Kolaborasi adalah kunci, melalui sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan, riset dan inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," katanya.

Menurut Brian, pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus berjalan seiring dengan agenda riset nasional. Dengan begitu, hasil riset dapat langsung terintegrasi dengan pengembangan talenta, kebijakan publik, serta kebutuhan industri dan masyarakat.

Nota Kesepahaman Perkuat Sinergi Kelembagaan

Komitmen kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan BRIN diwujudkan secara konkret melalui penandatanganan nota kesepahaman kedua belah pihak. Penandatanganan tersebut berlangsung di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie BRIN, Tangerang Selatan.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua institusi menegaskan arah kerja sama yang lebih terstruktur, terencana, dan berkelanjutan. Kesepakatan tersebut menjadi payung bagi berbagai program kolaboratif di bidang riset, inovasi, sains, teknologi, serta pendidikan tinggi.

Brian menyatakan optimismenya bahwa kerja sama ini dapat memperkuat upaya negara dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan penguasaan teknologi strategis.

BRIN Dorong Riset Berstandar Internasional

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah inisiasi kolaborasi riset internasional, termasuk dengan Jepang. Menurutnya, kerja sama global diperlukan untuk memperkuat ekosistem riset nasional agar mampu menghasilkan riset berkualitas tinggi yang diakui dunia.

Ia menyebut bahwa kolaborasi dengan Jepang diarahkan untuk memperkuat hasil riset dalam negeri sehingga memiliki daya saing dan pengakuan di berbagai forum internasional, termasuk ajang bergengsi seperti Penghargaan Nobel.

Salah satu fokus riset yang disoroti Arif adalah penelitian metal organic framework (MOF), yang dinilai memiliki relevansi strategis bagi Indonesia. Penelitian ini menjadi contoh konkret bagaimana riset dasar dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasional dan global.

Potensi Strategis Riset Metal Organic Framework

Arif Satria menilai metal organic framework (MOF) memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional. Riset MOF dinilai relevan untuk ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi internasional.

"MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG)," ujarnya.

Pengembangan teknologi berbasis MOF diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi Indonesia dalam solusi global, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional. Melalui kolaborasi lintas negara, Indonesia dapat mempercepat penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas peneliti dalam negeri.

Peran Pendidikan Tinggi dalam Ekosistem Riset

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BRIN juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara riset dan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengajaran, tetapi juga menjadi simpul utama pengembangan riset dan inovasi.

Melalui sinergi ini, mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam riset strategis nasional maupun internasional. Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga talenta riset yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem riset yang berkesinambungan, di mana regenerasi peneliti berlangsung secara alami melalui sistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan lembaga riset.

Dukungan Jepang dalam Kolaborasi Sains dan Teknologi

Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Myochin Mitsuru menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang. Ia menilai kolaborasi tersebut telah menjadi fondasi penting dalam penguatan kapasitas riset dan pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.

"kami meyakini bahwa kolaborasi riset, pendidikan, dan pertukaran sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," katanya.

Kerja sama ini mencakup berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari riset bersama, pertukaran peneliti, hingga pengembangan kapasitas institusi. Jepang melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan.

Menuju Indonesia Emas 2045 Berbasis Inovasi

Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan BRIN mencerminkan komitmen negara dalam menempatkan sains dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong transformasi struktural menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.

Dengan kolaborasi yang terarah, riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga solusi nyata bagi tantangan nasional, mulai dari energi, lingkungan, kesehatan, hingga daya saing industri.

Melalui langkah ini, Indonesia menegaskan kesiapannya untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Terkini