JAKARTA - Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pelajaran penting bagi banyak daerah setelah pandemi Covid-19. Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif. UMKM tidak lagi diposisikan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Dompu menilai, keberlangsungan ekonomi masyarakat sangat bergantung pada kemampuan UMKM beradaptasi dan berkembang. Karena itu, kebijakan yang diambil tidak hanya fokus pada penciptaan pelaku usaha baru, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM memiliki ruang usaha yang pasti, akses pasar yang luas, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan pasar online dan offline yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
UMKM sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Dompu terus menunjukkan komitmennya dalam merangsang pertumbuhan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Sektor ini dinilai memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Dompu, Wahyono, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan target pertumbuhan UMKM yang cukup ambisius. Setiap tahunnya, Dompu menargetkan lahirnya seribu unit usaha baru.
Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Karena itu, pemerintah terus hadir dan memberi ruang agar UMKM tumbuh dan berkembang,” ujar Wahyono.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, terutama bagi pelaku usaha skala kecil yang masih menghadapi keterbatasan modal, pemasaran, dan akses informasi.
Pendampingan dan Keberlanjutan Usaha
Wahyono menegaskan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya sebatas mendorong lahirnya pelaku usaha baru. Lebih dari itu, pemerintah juga memastikan keberlanjutan UMKM yang sudah berjalan agar mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Kehadiran negara, kata dia, diwujudkan melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga penyediaan fasilitas pemasaran. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, baik dari sisi manajemen usaha, kualitas produk, maupun strategi pemasaran.
Pendampingan ini menjadi penting karena banyak UMKM yang memiliki potensi besar, namun belum mampu mengelola usahanya secara optimal. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM diharapkan mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Dorong Digitalisasi UMKM
Seiring perkembangan teknologi, Pemerintah Kabupaten Dompu juga aktif mendorong digitalisasi UMKM. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan berbagai platform daring lainnya.
Digitalisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar UMKM. Produk lokal Dompu tidak hanya dipasarkan di wilayah setempat, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen di luar daerah, bahkan nasional.
Meski demikian, pemerintah menyadari tidak semua pelaku UMKM siap sepenuhnya beralih ke sistem digital. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bersifat bertahap, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Di sisi lain, pemerintah tetap menyediakan pasar offline sebagai ruang transaksi langsung antara pelaku UMKM dan masyarakat. Pasar fisik ini menjadi sarana penting bagi UMKM yang mengandalkan interaksi langsung dengan konsumen.
Pasar Offline dan Ruang Usaha UMKM
Salah satu upaya konkret yang telah berjalan adalah pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Jalan Sukarno Hatta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang publik bagi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai etalase produk UMKM lokal.
Melalui CFD, pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan kualitas dan keunikan produk lokal Dompu. Kegiatan ini dinilai efektif dalam menggairahkan ekonomi masyarakat, khususnya pada akhir pekan.
Selain CFD, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan dua food court yang berlokasi di eks SDN 19 Dompu dan kawasan Jalan Gajah Mada. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat kuliner dan ruang usaha baru bagi pelaku UMKM.
“Penyediaan pasar ini sangat penting agar UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan. Kami ingin pelaku UMKM memiliki kepastian ruang usaha,” tambah Wahyono.
Optimisme Pascapandemi
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu optimistis sektor UMKM akan terus berkembang dan menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi daerah pascapandemi. Sinergi antara penyediaan pasar online dan offline, pendampingan usaha, serta digitalisasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing.
Pemerintah daerah menilai, UMKM yang kuat tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dompu secara berkelanjutan.