Bulog Merauke Optimalkan Penyerapan Beras Dukung Pertanian Papua Selatan

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:10:14 WIB
Bulog Merauke Optimalkan Penyerapan Beras Dukung Pertanian Papua Selatan

JAKARTA - Perum Bulog Cabang Merauke menyatakan kesiapan penuh dalam menampung surplus beras yang diproduksi di wilayah Papua Selatan. 

Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan pasokan pangan serta harga di tingkat petani yang selama ini menjadi perhatian utama. Dengan penyerapan beras yang lebih optimal, diharapkan ketahanan pangan di wilayah tersebut semakin kuat dan berkelanjutan.

Kepala Bulog Merauke, Karennu, menjelaskan bahwa hingga akhir 2025, penyerapan beras oleh Bulog telah mencapai angka 2.200 ton dan 186 ton gabah. 

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan capaian penyerapan beras mencapai 141 persen dan gabah 156 persen. Pencapaian tersebut menjadi rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir di wilayah Papua Selatan.

Keberhasilan ini bukanlah hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI melalui Babinsa, dinas teknis, dan tentunya para petani serta pemilik lahan cetak sawah yang aktif mendukung program ini. Sinergi yang solid tersebut menjadi kunci utama dalam pengelolaan surplus beras secara efisien.

Strategi Penyerapan dan Peran Bulog dalam Stabilitas Harga

Penyerapan beras yang dilakukan Bulog Merauke mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016. Regulasi ini menetapkan peran Bulog sebagai lembaga penjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional. Peran strategis ini menjadikan Bulog sebagai jembatan antara produsen dan konsumen guna menjaga keseimbangan pasar.

Dengan meningkatnya hasil produksi beras di Papua Selatan, penyerapan beras oleh Bulog menjadi sangat penting agar tidak terjadi kelebihan stok yang bisa menurunkan harga di tingkat petani. 

Penyerapan yang tepat sasaran membantu menjaga harga agar tetap stabil dan menguntungkan petani sekaligus konsumen. Oleh karena itu, Bulog terus meningkatkan upaya penyerapan di tahun 2026.

Tahun ini, Bulog Merauke menetapkan target penyerapan beras sebesar 27.000 ton, angka ini jauh lebih tinggi dibanding target sebelumnya yang sebesar 15.700 ton. Target tersebut diyakini dapat tercapai bahkan terlampaui dengan dukungan sinergi berbagai pihak serta peningkatan kapasitas pengelolaan beras.

Distribusi Beras untuk Mendukung Kebutuhan Masyarakat

Selain fokus pada penyerapan, Bulog Merauke juga menjalankan berbagai skema distribusi beras yang efektif. Salah satu program utama adalah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang digunakan untuk bantuan sosial, penanggulangan bencana, serta program-program pangan murah. 

Program ini membantu menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjaga pasokan di pasar.

Selain itu, Bulog mengoperasikan program gerakan pangan murah dan pasar murah yang menjadi langkah strategis dalam menjaga harga beras tetap terjangkau. 

Melalui jaringan Rumah Pangan Kita, beras produksi lokal Merauke bahkan didistribusikan ke wilayah Papua Induk, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Dengan demikian, akses pangan semakin merata dan berdampak positif pada ketahanan pangan regional.

Upaya distribusi yang merata dan terorganisir ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kestabilan ekonomi. Penyaluran beras yang tepat waktu juga dapat mencegah kelangkaan yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

Sinergi Antarlembaga dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Keberhasilan Bulog Merauke dalam penyerapan dan distribusi beras tidak dapat dilepaskan dari sinergi antarlembaga yang berjalan baik. 

Pemerintah daerah mendukung kebijakan dan fasilitas pendukung, TNI melalui Babinsa turut mendampingi petani di lapangan. Dinas teknis juga memberikan pendampingan dan bantuan teknis dalam pengembangan lahan pertanian.

Peran aktif petani dan pemilik lahan cetak sawah menjadi pondasi utama keberhasilan program ini. Kolaborasi ini meningkatkan produktivitas dan penyerapan beras secara signifikan, memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Sinergi antarlembaga ini menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Pendekatan terpadu semacam ini tidak hanya meningkatkan jumlah beras yang diserap dan didistribusikan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas pasar. Sinergi ini juga memberikan pelajaran berharga bagi pengelolaan pangan nasional secara menyeluruh.

Optimisme Bulog dalam Mencapai Target 2026

Memasuki tahun 2026, Bulog Merauke sangat optimis dapat melampaui target penyerapan beras yang telah ditetapkan. 

Peningkatan produksi lokal dan sinergi antara berbagai pihak menjadi modal kuat untuk mencapai hasil optimal. Bulog berkomitmen terus menjaga peran vitalnya dalam mengelola pasokan dan harga beras di Papua Selatan.

Keberhasilan penyerapan beras berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani sekaligus pengembangan usaha pertanian. 

Pasar yang stabil memberikan insentif bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Ini menjadi langkah maju dalam memperkuat ketahanan pangan jangka panjang di wilayah tersebut.

Bulog juga memastikan distribusi beras ke berbagai daerah berjalan lancar agar seluruh masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup dan terjangkau. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional melalui pengelolaan ketahanan pangan yang baik.

Terkini