Empat Langkah Ampuh Tingkatkan Premi Asuransi Kendaraan di Tahun 2026

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:53:55 WIB
Empat Langkah Ampuh Tingkatkan Premi Asuransi Kendaraan di Tahun 2026

JAKARTA - Asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam pendapatan premi industri asuransi umum di Indonesia.

 Dengan eksposur yang sangat besar dan pasar yang terus berkembang, produk ini tidak hanya bergantung pada penjualan kendaraan baru, tetapi juga pada jumlah kendaraan yang sudah beredar dan terus membutuhkan perlindungan. 

Mengingat peran pentingnya, perusahaan asuransi perlu terus berinovasi dan menghadapi berbagai tantangan untuk menjaga stabilitas pendapatan premi mereka. 

Peran Asuransi Kendaraan Bermotor dalam Industri Asuransi Umum

Asuransi kendaraan bermotor menjadi salah satu segmen yang sangat dominan dalam industri asuransi umum. Hal ini disebabkan oleh eksposurnya yang sangat luas dan berbasis pada kendaraan yang sudah ada di jalanan. 

Menurut pengamat asuransi, Wahyudin Rahman, produk asuransi kendaraan tidak hanya bergantung pada kendaraan baru yang dijual, tetapi juga pada jutaan kendaraan yang sudah beredar. 

“Asuransi kendaraan merupakan produk yang tetap relevan dan dibutuhkan oleh banyak pemilik kendaraan, bahkan di tengah penurunan pasar otomotif,” ujarnya.

Salah satu faktor yang membuat asuransi kendaraan tetap mendominasi adalah sifat risikonya yang mudah dipahami. 

Risiko seperti kecelakaan, kehilangan, dan kerusakan adalah risiko yang sangat nyata dan sering dialami pemilik kendaraan. Ini membuat produk asuransi kendaraan lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat luas.

Penetrasi asuransi kendaraan di segmen pembiayaan juga sangat tinggi karena bersifat wajib dari lembaga pembiayaan. Hal ini memberikan jaminan bagi perusahaan asuransi untuk terus memperoleh pendapatan premi yang stabil. Meskipun demikian, perusahaan asuransi harus tetap menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi asuransi kendaraan terhadap pendapatan premi.

Empat Strategi untuk Meningkatkan Pendapatan Premi Asuransi Kendaraan

1. Memperluas Penetrasi ke Segmen Non-Leasing, Terutama Ritel dan UMKM

Segmen non-leasing, terutama pasar ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), merupakan salah satu pasar yang sangat potensial. Meskipun asuransi kendaraan banyak dipasarkan melalui kanal leasing, bank, dan dealer, potensi pasar non-leasing tidak bisa diabaikan. 

Wahyudin menyarankan perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk yang lebih fleksibel dan terjangkau untuk pasar ini. “Dengan menghadirkan produk yang lebih terjangkau dan mudah dijangkau, perusahaan asuransi dapat memperluas pangsa pasar mereka,” ungkapnya.

Misalnya, produk asuransi kendaraan yang lebih terjangkau dapat disesuaikan dengan profil risiko pemilik kendaraan, seperti kendaraan yang digunakan oleh pelaku UMKM atau pemilik kendaraan pribadi. 

Selain itu, dengan berkembangnya teknologi, perusahaan asuransi dapat menawarkan produk melalui platform digital, yang memudahkan konsumen untuk membeli polis asuransi secara langsung tanpa perantara.

2. Memperkuat Ekosistem Digital dalam Proses Akuisisi, Underwriting, dan Klaim

Transformasi digital menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman nasabah. Wahyudin menekankan pentingnya perusahaan asuransi untuk memperkuat ekosistem digital mereka, mulai dari akuisisi nasabah, underwriting, hingga klaim. 

Dalam dunia yang serba cepat ini, nasabah menginginkan proses yang cepat, mudah, dan transparan. Oleh karena itu, sistem digital yang baik dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen.

Dengan digitalisasi, proses akuisisi nasabah bisa dilakukan lebih efisien melalui iklan digital, program referral, dan pemasaran yang lebih terarah. 

Selain itu, digitalisasi underwriting memungkinkan perusahaan asuransi untuk memproses aplikasi dengan lebih cepat dan akurat. Begitu pula, dalam proses klaim, teknologi dapat mempercepat verifikasi dan pembayaran klaim. 

“Dengan memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik, perusahaan asuransi dapat meningkatkan loyalitas dan menarik lebih banyak nasabah,” ujar Wahyudin.

3. Mengembangkan Produk Berbasis Kebutuhan Seperti Pay As You Drive dan Layanan Tambahan

Salah satu tren yang muncul dalam asuransi kendaraan adalah pengembangan produk berbasis kebutuhan, seperti program "pay as you drive". Model ini memungkinkan nasabah membayar premi berdasarkan jarak tempuh kendaraan mereka, sehingga premi yang dibayar lebih sesuai dengan penggunaan kendaraan. 

Ini memberikan manfaat lebih besar bagi konsumen yang jarang menggunakan kendaraan mereka, sekaligus menguntungkan bagi perusahaan asuransi yang dapat menawarkan premi yang lebih fleksibel.

Selain itu, dengan semakin populernya kendaraan listrik, perusahaan asuransi juga bisa mengembangkan produk yang meliputi perlindungan untuk kendaraan listrik beserta baterainya. 

Produk asuransi untuk mobil listrik ini dapat menjadi nilai tambah yang menarik, mengingat tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan yang semakin meningkat.

Layanan tambahan seperti layanan darurat atau bantuan jalan juga dapat menjadi produk tambahan yang meningkatkan daya tarik asuransi kendaraan. 

Konsumen saat ini lebih menyukai layanan yang tidak hanya memberikan perlindungan dasar, tetapi juga solusi tambahan yang membuat mereka merasa lebih aman. 

Oleh karena itu, perusahaan asuransi perlu lebih kreatif dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

4. Memperkuat Manajemen Risiko dan Pricing Berbasis Data

Untuk menjaga kesehatan portofolio dan profitabilitas, perusahaan asuransi harus memperkuat manajemen risiko mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan data untuk menentukan harga yang tepat dan mengelola risiko dengan lebih akurat. 

Dengan memanfaatkan data yang lebih baik, perusahaan asuransi bisa memprediksi tren klaim, mengidentifikasi risiko, dan menetapkan harga yang lebih sesuai dengan profil risiko nasabah.

Dalam hal ini, teknologi dan big data memainkan peran penting. Dengan data yang lebih terstruktur dan analisis berbasis data, perusahaan asuransi dapat menentukan pricing yang lebih adil, mengurangi risiko underwriting, dan meningkatkan margin keuntungan. 

Wahyudin menegaskan bahwa perusahaan asuransi harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas portofolio, agar premi yang tumbuh tetap menghasilkan margin yang sehat.

Tantangan yang Dihadapi dalam Memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor

Meskipun peluang untuk meningkatkan pendapatan premi asuransi kendaraan sangat besar, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan asuransi.

Salah satu tantangan utama adalah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan, transparansi, dan layanan purna jual. 

Konsumen yang semakin “service-sensitive” dan “digital savvy” cenderung memiliki loyalitas yang lebih rendah, sehingga perusahaan asuransi harus beradaptasi dengan cepat.

Selain itu, ada faktor ekonomi yang juga memengaruhi pasar asuransi kendaraan, seperti daya beli masyarakat dan tingkat suku bunga. Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan kredit kendaraan dan mempengaruhi kemampuan konsumen untuk membeli produk asuransi.

Industri asuransi kendaraan bermotor memiliki tantangan dan peluang yang sangat besar. Untuk meningkatkan pendapatan premi, perusahaan asuransi perlu mengadopsi empat strategi utama memperluas penetrasi pasar, memperkuat ekosistem digital, mengembangkan produk berbasis kebutuhan, dan mengelola risiko serta pricing berbasis data. 

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, perusahaan asuransi kendaraan bermotor tidak hanya dapat mempertahankan kontribusinya terhadap pendapatan premi, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Terkini